Disney Dukung Israel, Tapi Kalian Masih Nonton Marvel? Sementara McDonald’s Malah Kena Boikot?
Saat konflik di Gaza kembali membara pada Oktober 2023, dunia dibuat terpecah. Di Indonesia, gelombang dukungan untuk Palestina begitu kuat—berupa doa, donasi, dan boikot terhadap produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.
Namun, di tengah semangat boikot itu, muncul satu pertanyaan yang menggelitik nurani:
“Kenapa kita ramai-ramai boikot McDonald’s Indonesia, tapi masih antusias nonton film Marvel yang jelas-jelas milik Disney—perusahaan yang mendukung Israel secara terbuka?”
The Walt Disney Company, induk dari Marvel Studios, menyumbangkan US$2 juta (± Rp 31 miliar) ke Israel pada Oktober 2023.
- US$1 juta disalurkan ke Magen David Adom, semacam Palang Merah-nya Israel.
- US$1 juta untuk organisasi bantuan anak-anak di wilayah Israel.
📰 Sumber: Variety, 11 Oktober 2023
CEO Disney, Bob Iger, menyatakan bahwa bantuan itu untuk “warga sipil tak berdosa”—namun, keputusan ini memicu reaksi keras dari publik pro-Palestina di berbagai negara.
***
Marvel Studios adalah 100% milik Disney. Jadi:
- Saat kamu nonton film Marvel di bioskop,
- Langganan Disney+ Hotstar,
- Atau beli merchandise Marvel…
…secara tidak langsung kamu ikut memperkuat perusahaan yang telah menyatakan dukungan finansial ke Israel.
📎 Setiap keuntungan Marvel otomatis menjadi pendapatan Disney global.
***
🍔 Lalu Kenapa McDonald’s Indonesia Diboikot?
Alasan utama boikot McDonald’s adalah karena McDonald’s Israel (entitas waralaba berbeda) membagikan makanan gratis ke tentara Israel (IDF).
Namun yang tidak banyak orang tahu:
- McDonald’s Indonesia tidak terafiliasi dengan McDonald’s Israel.
- Dimiliki oleh PT Rekso Nasional Food, perusahaan Indonesia milik keluarga Sosrodjojo.
- Bahkan, McDonald’s Indonesia menyumbang Rp 1,5 miliar ke korban di Gaza melalui BenihBaik.
📰 Sumber: Kompas.com
📰 Sumber: CNBC Indonesia, 6 Nov 2023
| Brand | Terbukti dukung Israel? | Diboikot? |
| Disney (Marvel, Star Wars, Pixar) | ✅ Ya. Donasi resmi ke Israel. | ❌ Tidak, masih ditonton luas |
| McDonald’s Indonesia | ❌ Tidak terafiliasi, justru bantu Gaza | ✅ Ya, diboikot besar-besaran |
Jadi, siapa yang sebenarnya kita boikot?
Boikot adalah alat perjuangan. Tapi jika tidak disertai data dan logika, justru jadi bumerang:
- Menyerang pelaku usaha lokal yang netral atau bahkan pro-Palestina.
- Menguntungkan brand global yang jelas-jelas mendukung Israel, karena tak tersentuh publik.
Kalau kita serius ingin membela Palestina:
- Waspadai konsumsi produk dari perusahaan global yang benar-benar berkontribusi ke Israel (seperti Disney).
- Jangan salahkan merek lokal yang justru menunjukkan empati dan membantu rakyat Palestina.
- Dan yang paling penting: lawan ketidakadilan, tapi jangan lewat kebencian yang buta arah.
