Kenapa Aku Masih makan di McDonalds dan KFC ?
Dulu, saat perang Gaza kembali pecah dan banyak nyawa sipil—terutama anak-anak—berjatuhan, aku termasuk orang yang lantang menyuarakan boikot terhadap merek-merek global, termasuk KFC dan McDonald’s. Aku merasa marah, kecewa, dan ingin mengambil sikap konkret atas apa yang terjadi di Palestina. Salah satu bentuk protesku waktu itu adalah berhenti membeli produk dari brand yang aku kira terafiliasi dengan Israel.
Salah satu target utamaku saat itu adalah KFC dan McDonald’s.
***
Keputusan itu kulakukan secara spontan. Seperti banyak orang lain, aku terpengaruh oleh informasi viral di media sosial yang menyebut brand-brand barat—terutama fast food—ikut mendukung atau bahkan membiayai Israel. Tanpa pikir panjang, aku menyebarkan ajakan boikot, berhenti membeli, dan menghapus aplikasi-aplikasi terkait dari ponselku.
Namun waktu berlalu. Emosiku mulai reda. Aku mulai bertanya:
“Apakah benar yang kulakukan ini? Apakah datanya akurat? Siapa sebenarnya yang aku boikot?”
Akhirnya, aku memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam, dan dari situlah aku menyadari satu hal penting: aku keliru.
- McDonald’s Indonesia ternyata dimiliki dan dioperasikan sepenuhnya oleh perusahaan lokal, PT Rekso Nasional Food. Mereka tidak memiliki hubungan operasional atau finansial dengan McDonald’s Israel.
- Bahkan saat McDonald’s Israel memberikan makanan gratis ke militer IDF, McDonald’s Indonesia justru menyatakan sikap netral dan menyalurkan bantuan senilai Rp 1,5 miliar ke Palestina melalui lembaga sosial. Sumber
- KFC Indonesia pun serupa. Dikelola oleh PT Fast Food Indonesia, yang pemegang saham utamanya adalah keluarga lokal (Salim & Gelael). Tak ada hubungan dengan Israel. Bahkan, KFC Indonesia menyumbangkan dana dalam jumlah yang sama untuk korban konflik di Gaza. Sumber
***
Dari informasi itulah aku mulai memahami bahwa niatku benar—aku ingin menunjukkan solidaritas kepada Palestina—tetapi caraku keliru. Yang aku boikot justru pelaku usaha lokal yang:
- Tidak punya koneksi dengan Israel,
- Tidak terlibat dalam konflik,
- Justru aktif menyalurkan bantuan untuk Palestina.
Ironisnya, mereka malah jadi korban sentimen publik dan mengalami kerugian besar—bahkan sampai harus mem-PHK karyawan dan menutup gerai.
Kini, aku memilih pendekatan yang lebih kritis: bukan sekadar ikut arus, tapi mencermati siapa yang sebenarnya terlibat, siapa yang tidak, dan bagaimana aku bisa bersikap dengan tepat. Boikot tetap penting—tapi harus diarahkan ke target yang benar.
Aku masih mendukung Palestina, dan selalu akan. Tapi aku juga sadar bahwa menyerang bisnis lokal yang tak bersalah bukanlah bentuk solidaritas yang adil.
Jadi, ya, aku masih makan di KFC dan McDonald’s—karena aku tahu, yang ku dukung bukanlah korporasi asing yang berafiliasi dengan agresor, tapi pengusaha lokal yang berusaha bertahan dan bahkan peduli terhadap penderitaan Palestina.
Solidaritas itu penting. Tapi keadilan dalam bersikap—itu tak kalah penting.
berikut kukutip beberapa artikel yang menyatakan bahwa McDonald’s Indonesia raih Baznas
McDonald’s Indonesia raih Baznas Awards
Jakarta – McDonald’s (McD) Indonesia di bawah naungan PT Rekso Nasional Food mendapatkan penghargaan di ajang BAZNAS Award 2024. Adapun kategori penghargaan yang diterima yakni ‘Perusahaan Penyumbang Donasi Palestina Terbaik’.
Penghargaan diberikan oleh Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta yang diterima secara langsung oleh HR & GS Director PT Rekso Nasional Food Yulianti Hadena di HUT BAZNAS RI ke-23, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Yulianti Hadena mengatakan pihaknya menyambut baik terhadap penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan itu merupakan wujud dari upaya McDonald’s untuk terus membantu masyarakat.
“Rasanya luar biasa sekali bagi kami segenap jajaran PT Rekso Nasional Food untuk menerima penghargaan ini. Kami percaya bahwa sebagai bagian dari komunitas, adalah tanggung jawab kami untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada mereka yang membutuhkan. Penghargaan ini menjadi pengakuan bagi komitmen kami untuk terus berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk di Palestina,” kata Yulianti dalam keterangan tertulis, Senin (4/3/2024).
Dia menjelaskan sebagai bentuk dukungan kepada warga terdampak di Palestina, McDonald’s Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 1,5 miliar yang disalurkan melalui BAZNAS RI pada awal November 2023.
“Dukungan kemanusiaan yang diberikan kembali dilanjutkan dengan kolaborasi bersama dengan Baznas di bawah payung program Mekdi untuk Kemanusiaan yang diluncurkan pada awal tahun ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan seluruh restoran McDonald’s Indonesia telah terpasang poster berisi kode QR khusus yang memungkinkan masyarakat bersedekah untuk membantu sesama. Di awal kerja sama tersebut sepanjang periode 1-20 Februari 2024, sedekah kemanusiaan ditujukan untuk membantu Palestina.
Kerja sama ini juga menjadikan McDonald’s Indonesia sebagai restoran cepat saji pertama yang menjadi mitra penghimpun sedekah BAZNAS untuk membantu kemanusiaan. Pada 31 Januari lalu, McDonald’s Indonesia juga menyerahkan bantuan tahap kedua untuk Palestina berupa 1.000 selimut yang diserahkan melalui BAZNAS.
“Kami berkomitmen untuk terus bergerak maju dalam memberikan dampak positif bagi kemanusiaan,” ungkap Yulianti.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Prof KH. Noor Achmad mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan sedekah melalui BAZNAS dari pemerintah, perusahaan, hingga perorangan.
“Alhamdulillah setiap tahun tidak kurang kenaikan Zakat Infak Sedekah (ZIS) itu 30 persen. Tahun kemarin alhamdulillah sudah mengumpulkan Rp 33 miliar yang sudah dicapai BAZNAS dan LAZ se-Indonesia, kita targetkan tahun ini Rp 41 triliun untuk BAZNAS dan LAZ se-Indonesia,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, pada BAZNAS Awards 2024 ini, BAZNAS memberikan 395 penghargaan kepada tokoh dan lembaga, kepala daerah, mitra dan donatur, serta BAZNAS daerah dan LAZ yang telah berperan aktif dalam membesarkan peran zakat di Indonesia dan konteks global.
BAZNAS merupakan salah satu dari tiga lembaga kemanusiaan yang ditunjuk secara resmi oleh Pemerintah untuk menghimpun bantuan untuk warga Palestina di Gaza. Dalam kategori penghargaan ini, McDonald’s Indonesia diakui atas upaya besar mereka dalam memberikan bantuan kepada Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan.
(ncm/ega)
